ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS DAN FINANSIAL PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KARET SKALA KECIL DI KABUPATEN MUSI RAWAS SUMATERA SELATAN

Fitri Alwi Azizah, Susinggih Wijana, Mas'ud Effendi

Abstract


Abstrak

Provinsi Sumatera Selatan adalah provinsi penghasil karet terbesar di Indonesia dimana 19% atau 1/5 dari karet Indonesia dihasilkan oleh provinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Musi Rawas merupakan kabupaten penghasil karet terbesar di Sumatera Selatan. Karet yang dihasilkan 99.9% diusahakan oleh petani dalam bentuk lump. Industri pengolahan karet skala kecil yang ada di Kabupaten Musi Rawas ada dua yaitu Pabrik DMK dan Unit PengolahanKaret Rakyat KelompokTani Subur. Proses yang terjadi pada kedua pabrik ini adalah pengolahan lump tebal menjadi blanket. Blanket yang dihasilkan mempunyai spesifikasi KKK 65-75% dengan ketebalan 0,1-0,6cm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisisi teknis dan finansial. Hasil analisis secara teknis industri pengolahan karet pada pabrik DMK secara proses kapasitas, dan layout dikatakan layak, pemilihan teknologi tidak layak. Unit Pengolahan Karet Kelompok Tani Subur proses produksi, dikatakan layak, pemilihan teknologi, kapasitas yang dipilih saat ini dan layout dikatakan tidak layak perlu perbaikan. Perhitungan secara finansial saat ini pada Pabrik DMK dikatakan layak, sedangkan pada Unit Pengolahan Karet Kelompok Tani Subur dikatakan tidak layak. Usulan perbaikan dengan perbaikan aspek teknis dengan kapasitas 5 ton lump perhari didapatkan hasil yaitu modal investasi sebesar Rp 556.951.950,00, biaya operasional adalah sebesar Rp 949.710.000,00/bulan. Perhitungan yang dilakukan dalam jangka setahun kapasitas 5 ton perhari didapatkan total biaya produksi adalah Rp 11.226.376.951,15 terdiri dari biaya tetap Rp 101.536.951,15, biaya tidak tetap sebanyak Rp 11.124.840.000,00. Laba bersih sebanyak Rp 854.975.043,20. Analisis finansial didapatkan hasil BEP adalah Rp 512.144.852,13, atau sebanyak 39.861,835 kg, PP didapatkan hasil 2,51 tahun atau 30,16 bulan, NPV sebanyak Rp 7.998.656.153,57, nilai IRR sebesar 18,6%, dan nilai IP/BCR adalah 1,24.

Kata Kunci: Karet, Pengolahan Karet, Analisis Kelayakan

Abstract

South Sumatera Province is the largest rubber producer in Indonesia, 19% or one fifth of Indonesia's rubber is produced by the South Sumatra Province. Musi Rawas is the largest rubber producer districts in South Sumatra. 99,9% rubber produced cultivated by farmers is lump. Small scale rubber processing industries in district of Musi Rawas there are DMK factory and Subur Farmers Group Rubber Processing Unit. Process that occurs in both is a thick lump into blankets. Blanket has produced specification 65-75% KKK with 0,1-0,6 cm thickness. The Method was used in this experiment is technical and financial feasibility analysis. The results of technical analysis in DMK factory are the process, the capacity, and the layout is feasible, the selection of technology is not feasible. Subur Farmers Group Rubber Processing Unit are production process, is feasible, the selection of technology, capacity of the currently selected, layout is said not feasible. Calculation financially current on DMK Factory is feasible, Subur Farmers Group Rubber Processing Unit is said to be feasible. Proposed to improvements of the technical aspects with a capacity of 5 tons per day lump the results arr Rp 556.951.950,00 capital investment, operating costs amounted to Rp 949.710.000,00/month. The calculations were performed a year with capacity 5 tons per day result total cost of production is Rp 11.226.376.951,15 consists of Rp 101.536.951,15 fixed costs, variable is Rp 11.124.840.000,00. Net profit is Rp 854.975.043,20. Effort of analysis financially is the BEP results is Rp 512.144.852,13, or 39.861,83 kg, PP results is 2,51 year or 30,16 months, NPV obtained is Rp 7.998.656.153,57, obtained of IRR is 18,6%, and the value of the IP or BCR is 1,24.

Keywords: Rubber, Rubber Processing Industry, Feasibility Analysis


Keywords


karet; pengolahan karet; analisis kelayakan

Full Text:

PDF

References


Adril, A. R. 2013. Analisis Pola Pemasaran dan Stuktur Pasar serta Transmisi Harga Bahan Olahan Karet di Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sriwijaya. Palembang.

Barani, A. M. 2012. Karet Alam Sebagai ATM Petani dan Sumber Devisa Negara. Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan. Jakarta.

BSN. 2002. SNI 06-2047-2002 Bahan Olahan Karet. Badan Standar Nasional. Jakarta.

Damanik, S. 2012. Pengembangan Karet (Havea brasiliensis) Berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Perspektif 11(1): 91– 102.

Damayanti, D. 2013. Commodities Insight. Volume 1, January 2013. Dilihat tanggal 7 Desember 2013. (http://bankmandiri.co.id/indonesia/eriviewpdf/nbfp1419639.pdf).

Gunawan, A. 2012. Saptabina Usahatani Karet Rakyat. Balai Penelitian Sembawa Pusat Penelitian Karet. Palembang.

Ikhsan, Sadik., Abdussamad, danPurnomo, Joko. 2010. Analisis Kelayakan Pembangunan Perkebunan Karet Rakyat di Kabupaten Tanah Laut, KalSel. Jurnal Chlorophyl 6(3): 201-207.

Johan, S. 2011. Studi Kelayakan Pengembangan Bisnis. Graha Ilmu.Yogyakarta. Manumono, Danang. 2008. Profil Karet Alam Indonesia. Jurnal Ilmiah Instiper 15(2): 15-26.

Najiyati, S., Danarti, Murdiatun, Damanik, L., Slamet R.T.S., dan Suwardin, D., 2012. Difusi Teknologi Pengolahan Karet Rakyat Di Kawasan Transmigrasi Mendukung Koridor Ekonomi Sumatera. Jurnal Ketransmigrasian 29(1): 23-33.

Ripkianto, Hargono, E., Kartika, D. 2012. Pengaruh Penerapan Program Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Pembesian Balok Gerder pada PT. Wika Beton Pasuruan. Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah (Atpw) Surabaya, 11 Juli 2012,

Sayuti, M. 2008. Analisis Kelayakan Pabrik. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Sucipto, A. 2011. Studi Kelayakan Bisnis Analisis Integratif dan Studi Kasus. UIN-MALIKI PRESS. Malang.

Umar, H. 2004. Studi Kelayakn Bisnis Edisi 2. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Utomo, T. P. 2008. Rancang Bangun Proses Produksi Karet Remah Berbasis Produksi Bersih. Disertasi. Pasca Sarjana Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wiyanto, 2009. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kualitas Karet Perkebunan Rakyat Kasus Perkebunan Rakyat di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. SKRIPSI. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.