PENGARUH LAMA PEMERAMAN TERHADAP KADAR LIGNIN DAN SELULOSA PULP (KULIT BUAH DAN PELEPAH NIPAH) MENGGUNAKAN BIODEGRADATOR EM4

Susinggih Wijana, Dimas Binta, Arie Febrianto Mulyarto

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah mengetahui lama pemeraman yang tepat untuk kulit buah dan pelepah nipah sehingga dihasilkan kadar lignin yang rendah untuk membuat pulp menggunakan biodegradator EM4. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Tersarang dengan 2 faktor. Faktor I merupakan jenis bahan baku yang terdiri dari 2 level (pelepah dan kulit buah nipah) dan faktor II merupakan lama fermentasi dengan 4 level yaitu 5, 6, 7, 8 hari. Parameter yang akan dianalisa meliputi kadar selulosa dan lignin. Hasil penelitian membandingkan dua perlakuan pembuatan pulp dengan jenis bahan baku kulit buah dan pelepah nipah dengan kadar lignin terendah yaitu didapatkan dengan lama pemeraman 8 hari. Pulp yang dihasilkan pada jenis bahan kulit buah menghasilkan kadar selulosa 32,16% dan kadar lignin 11,49 %. Pada jenis bahan baku pelepah nipah kadar selulosa yaitu sebesar 34,21 % dan kadar lignin sebesar 6,82%. Selanjutnya dihitung neraca massa dan dihasilkan rendemen pembuatan pulp kulit buah nipah sebesar 13,96% dan pulp pelepah nipah sebesar 18,35%.

Kata kunci : biodegradator, EM4, kulit buah dan pelepah nipah, lama pemeraman, pulp


Keywords


biodegradator; EM4; kulit buah dan pelepah nipah; lama pemeraman; pulp

Full Text:

PDF

References


Akpakpan, A.E. 2011. Influence of Cooking Variables on the Soda and Soda-Ethanol Pulping of Nypa Fruticans Petioles. Australian Journal of Basic and Applied Sciences. 5(12): 1202-1208.

Atit, Kanti. 2005. Actinomycetes Selulolitik dari Tanah Hutan Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi. Biodiversitas. 6 (2): 9-17.

Baharudin dan Taskirawati. 2009. Hasil Hutan Bukan Kayu. Fakultas Kehutanan Universitas Hassanudin.

Casey, J.P. 1991. Pulp and Paper Chemistry and Chemical Technology. Jhon Wiley and Son Inc, New York.

Ceppy, Nasahi. 2010. Peran Mikroba dalam Pertanian Organik. Fakultas Pertanian Unpad. Bandung.

Giroux H., Vidal P., Bouchard J., Lamy F. 1988. Degradation of Kraft Indulin Lignin by Streptomyces viridosporus T7A and Streptomyces badius. Application Environment Microbiology. 54: 3064-3070.

Hardjo, S.N, Indrastuti dan T. Barbacut. 1989. Biokonversi: Pemanfaatan Limbah Industri Pertanian. PAU Pangan dan Gizi IPB, Bogor.

Kasim A, Aisman, Fitriani A. 2002. Uji Keefektifan Effective Microorganism-4 (EM-4) pada Delignifikasi Tandan Kosong Sawit pada Beberapa Tingkat Konsentrasi Inokulum. Andalas: Jurnal Penelitian. 14 (38) :1-11.

Keller F.A., Hamilton J.E., Nguyen Q.A. 2003. Microbial Pretreatment of Biomass Potential for Reducing Severity of Thermo-Chemical Biomass Pretreatment. Application Biochemical Biotechnology. 105:27–4.

Kellison, B. 2006. Value-Added Products from Forest Biotechnology. Springer Science+Business Media B.V. 154:279–288.

P. Tamunaidu and S. Saka, 2011. Chemical Characterization of Various Parts of Nipa Palm (Nypa fruticans). Industrial Crops and Products, 34:1423–1428.

Pooja S., Othman S., Rokiah H., Rupani P.F., Leh Cheu P,. 2010. Biopulping Of Lignocellulosic Material Using Different Fungal Species. Rev Environ Sci Biotechnol. 9:141–151.

Sanchez, C. 2009. Lignocellulosic Residues : Biodegradation and Bioconversion by Fungi. Biotechnology Advances. 27:99-114.

Teo S., W. F. Ang, A. F. S. L. Lok, B. R. Kurukulasuriya and H. T. W. Tan. 2010. The Status and Distribution of the Nipah Palm, Nypa fruticans Wurmb. (Arecaceae), in Singapore. Nature in Singapore. 3: 45-52.

Thomas L., Crawford D.L. 1998. Cloning of Clustered Streptomyces viridosporus T7A Lignocellulose. Canadian Journal of Microbiology: 44 (4):12-23.

Tomlinson, P. 1986. The Botany of Mangroves. Cambridge University Press: Cambridge


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri