ANALISIS ATRIBUT YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PEMBELIAN DAN PEMETAAN PERSEPSI MIE INSTAN (STUDI KASUS PADA MAHASISWA S1 UNIVERSITAS BRAWIJAYA)

Annike Yuliansastra Pratiwi, Panji Deoranto, Shintya Atica Putri

Abstract


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli mie instan serta menentukan posisi produk yang terbentuk antara keempat produk mie instan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor dan Biplot. Atribut yang digunakan yaitu tekstur, rasa, kemasan, isi, variasi rasa, merek dikenal, harga sesuai kualitas, harga terjangkau, selisih harga antar merek, kemudahan memperoleh, lokasi, ketersediaan, iklan dan promosi penjualan. Hasil dari Analisis Faktor diketahui bahwa atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi mie instan adalah rasa (x2), isi (x4), variasi rasa (x5), merek dikenal (x6), harga sesuai dengan kualitas (x7), harga terjangkau (x8), selisih harga antar merek (x9), kemudahan memperoleh (x10), lokasi (x11), ketersediaan (x12), iklan (x13), dan promosi penjualan (x14). Berdasarkan hasil Analisis Biplot diketahui Mie Sedaap merupakan mie instan dengan posisi pertama, Indomie menempati posisi kedua kemudian Supermi posisi ketiga sedangkan Sarimi di posisi keempat.

Kata kunci : analisis Biplot, analisis Faktor, marketing mix, positioning

Keywords


analisis biplot; analisis faktor; marketing mix; positioning

Full Text:

PDF

References


Abubakar, R. 2005. Pengaruh Pelaksanaan Bauran Pema-saran Terhadap Proses Keputusan Pembelian Konsumen Pada Jamu Di Banda Aceh. Jurnal Sistem Teknik Industri Volume 6(3): 54-62.

Astawan, M. 2008. Membuat Mie dan Bihun. Penebar Swadaya. Jakarta. Hal. 14-15

Aulia, R. 2006. Analisis Proses Keputusan Pembelian Dan Pemetaan Persepsi Indomie (Studi Kasus Mahasiswa Institut Pertanian Bogor). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Kotler, P dan Gary, A. 2008. Prinsip-Pinsip Pemasaran Jilid 1 Edisi 12. Erlangga. Jakarta.

Laksmiwati, H. 2006. Kontribusi Mie Instan Terhadap Kecukupan Gizi dalam Hubungannya dengan Status Gizi Remaja. Skripsi. Fakultas Kesehatan Surabaya: Masyarakat Universitas Airlangga.

Mattjik, A. A dan Sumertajaya, I. M. 2011. Sidik Atribut Ganda dengan Menggunakan SAS. IPB Press. Bogor. Hal. 246-248

Rachmawati, R. 2011. Peranan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Terhadap Peningkatan Penjualan (Sebuah Kajian Terhadap Bisnis Restoran). Jurnal Kompetensi Teknik 5 (2) : 143-150.

Santoso, S. 2010. Statistik Multivariat. Elex Media Komputindo. Jakarta. Hal. 57-60

Selang, C. A. D. 2013. Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Pengaruhnya Terhadap Loya-litas Konsumen Pada Fresh Mart Bahu Mall Manado. Jurnal EMBA 1 (3) : 71-80.

Simamora, B. 2002. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Gra-media Pustaka Utama. Jakarta.

. 2004. Analisis Multivariat Pemasaran. Gra-media Pustaka Utama. Jakarta. Hal. 106-112

Standar Nasional Indonesia. SNI 01-3551 2000: Syarat Mutu Mie Instan. Badan Standarisasi Na-sional. Jakarta.

Syahyunan. 2004. Strategi Pemasaran Dalam Meningkatkan Volume Penjualan. Fakultas Eko-nomi. Jurusan Manajemen. Universitas Sumatra Utara. Sumatra Utara. Medan.

Vellas, F. dan Lionel, B. 2008. Pemasaran Pariwisata Internasional: Sebuah Pen-dekatan Strategis. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. Hal. 142-14


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 1970 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri