Antibacterial Activity Test of Kaffir Lime (Citrus hystrix DC) Essential Oil Against Klebsiella pneumoniae ATCC

Nasrullah Jamaludin, Maimunah Hindun Pulungan, Warsito Warsito

Abstract


Abstract

The objective of the study was to compare the antibacterial activity of essential oil of twigs, kaffir lime peels and leafs (Citrus hystrix DC) to Klebsiella pneumoniae DC bacteria, and to know the effect of citrus hystrix DC in limiting the growth of Klebsiella pneumoniae DC bacteria. The experimental design used was a nested design with two factors. The first factor is the type of essential oil (twigs, kaffir lime peels and leaves). The second factor is concentration (100 μl / ml, 300 μl / ml and 500 μl / ml). Repeated 3 times. Ethanol 95% as positive control and sterile aquades as negative control. The results showed that the essential oil derived from the kaffir lime peels has the ability to inhibit the growth of Klebsiella pneumoniae ATCC stronger than that derived from twigs and leaves. The amount of essential oil of kaffir lime leaves, twigs and leaves of kaffir lime has no effect on the growth of Klebsiella pneumoniae ATCC.

Keywords: antibactery, essential oil, kaffir lime (Citrus hystrix DC), Klebsiella pneumoniae ATCC

 

Abstrak

Tujuan penelitian adalah membandingkan aktivitas antibakteri minyak atsiri ranting, kulit buah dan daun jeruk purut (Citrus hystrix DC) terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae DC, serta mengetahui pengaruh konsentrasi minyak atsiri jeruk purut (Citrus hystrix DC)  dalam menghambat pertumbuhan bakteri Klebsiella pneumoniae DC. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak tersarang (nested design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis minyak atsiri (ranting, kulit buah dan daun jeruk purut). Faktor kedua adalah konsentrasi (100 µl/ml, 300 µl/ml dan 500 µl/ml). Diulang sebanyak 3 kali. Ethanol 95% sebagai kontrol positif dan aquades steril sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri yang berasal dari kulit buah jeruk purut memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Klebsiella pneumoniae ATCC lebih kuat dari pada yang berasal ranting dan daun. Jumlah minyak atsiri kulit buah jeruk purut, ranting maupun daun jeruk purut tidak  berpengaruh terhadap pertumbuhan Klebsiella pneumoniae ATCC.

Kata kunci: antibakteri, jeruk purut (Citrus hystrix DC), Klebsiella pneumoniae ATCC, minyak atsiri


Keywords


antibactery; essential oil; kaffir lime (Citrus hystrix DC); Klebsiella pneumoniae ATCC

Full Text:

PDF

References


Agusta, A. (2000). Minyak Atsiri Tumbuhan Tropika Indonesia. Bandung: ITB.

Aviandhaka, R. (2014). Uji Efektivitas Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.) Sebagai Antimikroba Terhadap Bakteri Klebsiella pneumoniaee Secara In Vitro. Srikpsi. Universitas Brawijaya. Malang.

Bintang, M. (1993). Studi Antimikroba dari Streptococcus lactis. Disertasi. Institut Teknologi Bandung. Bandung

Chanthaphon, S., Chanthachum, S., & Hongpattarakere, T. (2008). Antimicrobial activities of essential oils and crude extracts from tropical Citrus spp. against food-related microorganisms. Songklanarin Journal of Science and Technology. 30(1). 125–131.

Davidson, P.M, Sofos, J.N. dan Brannen, A.L. (2005). Antimicrobial in Food. 3rd edition. London: CRC Press.

Greenwood. (1995). Antibiotics, Susceptibility (Sensitivity) Test Antimicrobial and Chemotherapy. New York: Mc Graw Hill Company.

Jawetzer, E. (1996). Mikrobiologi Kedokteran (Medical Microbiology). Jakarta: EGC.

Juliantina, F. Citra, D.A., Nirwani, B., Nurmasitoh, T., Bowo, E.T. (2009). Manfaat sirih merah (Piper crocatum) sebagai agen antibakterial terhadap bakteri gram positif dan gram negatif. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia. 1(1): 12-20.

Luangnarumitchai, S., Lamlertthon, S., dan Tiyaboonchai, W. (2007). Antimicrobial activity of essential oils against five strains of Propionibacterium acnes. Mahidol University Journal of Pharmaceutical Sciences. 34(1-4): 60-64.

Madigan, MT, JM. Martinko, J. Parker. (2009). Brock Biology of Microorganisms Tenth Edition. New York: Prentice Hall Inc.

Miftakhurohmah, R., Noaveriza, dan A. Kardinan. (2008). Efektifitas formula minyak sereh wangi terhadap pertumbuhan kapang asal buah merah dan sambiloto. Buletin Science Litro XIX. 2008(2):138-144

Miftahendrawati. (2014). Efek Antibakteri Ekstrak Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix) Terhadap Bakteri Streptococcus Mutans (In Vitro). Skripsi. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Hasanudin. Makasar.

Pratiwi, R. (2005). Perbedaan daya hambat terhadap Streptococcus mutans dari beberapa pasta gigi yang mengandung herbal. Majalah Kedokteran Gigi. 38(2) : 64-67.

Schmidt K. (1994). Mikrobiologi Umum. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Sundari, D., dan Winarno, MW. (2001). Informasi Tanaman Obat Sebagai Antijamur. Jakarta: Cermin Dunia Kedokteran: Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Yuliani R, Peni I, Septi S.R. Aktivitas antibakteri minyak atsiri daun jeruk purut (Citrus hystrix) z terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pharmacom. 2011; 12(2): 50-4

Warsito, Noorhamdani, Sukardi, Suratmo dan Susanti, R. (2017). Mikroenkapsulasi minyak jeruk purut (Citrus hystrix) dan uji aktivitasnya sebagai antibakteri. Journal of Environmental Engineering & Sustainable Technology. 4(1): 19-25




https://doi.org/10.21776/ub.industria.2017.006.02.1

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri