Pembuatan Edible Film Maizena dan Uji Aktifitas Antibakteri (Kajian Konsentrasi Gliserol dan Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea Indica L.))

Arie Febrianto Mulyadi, Maimunah Hindun Pulungan, Nur Qayyum

Abstract


Abstract

The aim of this research is to know the effect of glycerol concentration and beluntas leaves extract and the combination of glycerol concentration and the right beluntas leaves extract to produce an antibacterial edible film having precise mechanical and inhibitory properties. The study used a Randomized Block Design of 2 factors, which the factor 1 concentration of glycerol (8%, 10% and 20%) and factor 2, beluntas leaves extract (20%, 25%, and 30%) were repeated 2 times. Mechanical quality observation (tensile strength, elongation, moisture transmission rate, brightness, and thickness) and inhibitory power. The data obtained were processed by analysis of variance (ANOVA), if there is real difference then continued BNT 5% test. Edible film is best in combination treatment of 8% glycerol concentration addition and addition of extract leaves extract of beluntas 20% with tensile strength 9.35 N / cm2; Elongation 13.34%; Water vapor transmission rate 3.60x10-6 g/cm2/24 hours; Brightness 65.15; Thickness of 0.045 mm and 5.92 mm inhibition. Tests on tilapia fillets show that edible films have not been able to protect the tilapia fillets specified in SNI 7388: 2009.

Keywords: antibacterial activity, beluntas leaves extract, edible film, glycerol

 

Abstrak

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol dan ekstrak daun beluntas, serta mengetahui kombinasi konsentrasi gliserol dan ekstrak daun beluntas yang tepat untuk menghasilkan edible film  antibakteri yang memiliki kualitas mekanik dan daya hambat yang tepat. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok 2 faktor dimana faktor 1 konsentrasi gliserol (8%, 10% dan 20%) dan faktor 2, ekstrak daun beluntas (20%, 25%, dan 30%) yang diulang 2 kali. Pengamatan kualitas mekanik (kuat tarik, elongasi, laju transmisi uap air, kecerahan, dan ketebalan) dan daya hambat. Data yang diperoleh diolah dengan analisa ragam (ANOVA), jika ada beda nyata dilanjut uji BNT 5%. Edible film terbaik pada pelakuan kombinasi penambahan konsentrasi gliserol 8% dan penambahan konsentrasi ekstrak daun beluntas 20% dengan kuat tarik 9,35 N/cm2; elongasi 13,34 %; laju transmisi uap air 3.60x10-6 g/cm2/24 jam; kecerahan 65,15; ketebalan 0,045 mm dan daya hambat 5,92 mm. Pengujian pada fillet ikan nila menunjukkan bahwa edible film belum dapat melindungi fillet ikan nila yang telah ditentukan dalam SNI 7388:2009.

Kata kunci: antibakteri, edible film, ekstrak daun beluntas, gliserol


Keywords


antibacterial activity; beluntas leaves extract; edible film; glycerol

Full Text:

PDF

References


Akesowan, A. (2010). Quality characteristics of light pork burgers fortified with soy protein isolate. Food Science and Biotechnology. 19(5): 1143-1149.

Apriyanti, A.F., Mahatmanti, F.W., dan Sugiyo, W. (2013). Kajian sifat fisik mekanik dan antibakteri plastik kitosan termodifikasi gliserol. Journal of Chemical Science. 2(2): 148-153.

Ardiansyah, Nuraida, L. dan Andarwulan, N. (2003). Aktivitas antimikroba ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L.) dan stabilitas aktvitasnya pada berbagai konsentrasi garam dan tingkat pH. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 16(2): 90-97.

Awwaly, K.U.A., Manab, A., dan Wahyuni, E. (2010). Pembuatan edible film protein whey: kajian rasio protein dan gliserol terhadap sifat fisik dan kimia. Jurnal Ilmu dan teknologi Hasil Ternak. 5(1): 45-56.

Baldwin, E.A., Hagenmaier, R., Bai, J., and Krochta, J.M. (1994). Edible Coatings and Film To Improve Food Quality. Pensylvania: Technomic Publishing. Inc.

Bergo, P. and Sobral, P.J.A. (2006). Effect of plasticizer of physical properties of pigskin gelatin films. Food Hydrocolloids. 21(8): 1285-1289.

Chen, S., Wu, G., Long, D., & Liu, Y. (2006). Preparation, characterization and antibacterial activity of chitosan–Ca3V10O28 complex membrane. Carbohydrate Polymers. 64(1): 92–97.

Cuq, B., Gontard, N., Cuq, J.L., Guilbert, S. (1996). Functional properties of myofibrillar protein-based biopackaging as affected by film thickness. Journal of Food Science. 61(3): 580-584.

Estiningtyas, H.R. (2010). Aplikasi Edible film Maizena dengan Penambahan Ekstrak Jahe Sebagai Antioksidan Alami Coating Sosis Sapi. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Garnida, Y. (2006). Pembuatan edible coating dari sumber karbohidrat, protein dan lipid untuk aplikasi pada buah terolah minimal. Jurnal Infomatek. 8(4): 207-222.

Huri, D., dan Nisa, F.C. (2014) . Pengaruh konsentrasi gliserol dan ekstrak ampas kulit apel terhadap karakteristik fisik dan kimia edible film. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2(4): 29-40.

Jaya, D., dan Sulistyawati, E. (2010). Pembuatan edible film dari tepung jagung. Jurnal Eksergi. 10(2): 5-10.

Kusnadi, P., Syulasmi, A., Purwianingsih, W., Rochintaniawati, D. (2003). Mikrobiologi. JICA IMSTEP FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.

Kusumawati, D.H., dan Putri, W.D.R. (2013). Karakteristik fisik dan kimia edible film pati jagung yang diinkorporasi dengan perasan temu hitam. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 1(1): 90-100.

Lindrianti, T., dan Arbiantara, H. (2011). Pengembangan proses compression molding dalam pembuatan edible film dari tepung koro pedang (Canafalia ensiformis L.). Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 22(1): 53-57.

Liu, F., Qin, B., He, L., and Song, R. (2009). Novel starch/chitosan blending membrane: Antibacterial, permeable and mechanical properties. Carbohydrate Polymers. 78(1): 146-150.

Miksusanti, Herlina and Masril, K.I. (2013). Antibacterial and antioxidant of uwi (Dioscorea alata L) starch edible film incorporated with ginger essential oil. International Journal of Bioscience, Biochemistry and Bioinformatics. 3(4): 354-356.

Mulyadi, A.F., Kumalaningsih, S., dan Giovanny, D. (2015). Aplikasi Edible Coating untuk Menurunkan Tingkat Kerusakan Jeruk Manis (Citrus sinensis) (Kajian Konsentrasi Karagenan dan Gliserol). Dalam Prosiding Seminar Nasional Program Studi Teknologi Industri Pertanian bekerja sama dengan APTA. Malang: Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya.

Ningsih, S.H. (2015). Pengaruh Plasticizer Gliserol Terhadap Karakteristik Edible film Campuran Whey dan Agar. Skripsi. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin. Makasar.

Pramadita, R.C. (2011). Karakterisasi Edible film Tepung Porang (Amorphophallus oncophyllus) dengan Penambahan Minyak Atsiri Kayu Manis (Cinnamon burmani) Sebagai Antibakteri. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Sanjaya, Fony. (2008). Karakterisasi Edible film Berantioksidan dari Ubi Jalar Merah Var. Genjah Rante Serta Aplikasinya Pada Permen Susu. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian. Univeristas Brawijaya. Malang.

Santoso, B., Pratama, F., Hamzah, B., dan Pambayun, R. (2012). pengembangan edible film dengan menggunakan pati ganyong termodifikasi ikatan silang. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 22(2): 105-109.

Siringoringo, H. (2012). Pengaruh Pemberian Tepung Daun Beluntas (Pluchea indica L.) Terhadap Penurunan Kolesterol Mencit (Mus musculus L.). Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan. Universitas Negeri Medan. Medan.

Souza, B.W.S., Cerquiera, M.A., Teixeira, J.A., and Vicente, A.A. (2010). The use of electric fields for edible coatings and films development and production: A review. Food Engineering Reviews. 2(4): 244-255.

Susanti, A., Rimayanti, dan Sukmanadi, M. (2008). Antibacterial Activity of the ethanol extract Pluchea indica less leaves against Escherichia coli.by in vitro. Media Veterinaria Medika. 1(1): 29-32.

Zeleny, M. (1982). Multiple Criteria Decision Making. New York: McGraw-Hill.




https://doi.org/10.21776/ub.industria.2016.005.03.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri