Perbandingan Ekstrak Bayam dan Ubi Jalar, Serta Lama Pemasakan terhadap Sifat Fisikokimia Saus Bayam

Poppy Diana Sari, Atmiral Ernes, Dwi Rianto

Abstract


 

Abstract

The aim of this research is to find the spinach extract and sweet potato ratio, cooking time for best treatment based on organoleptic test, and its influence to spinach sauce physicochemical properties. This research was done by 2 treatment variables. The first variable is the spinach extract and sweet potato ratio, with 3 levels treatment, namely 25%:75%, 50%:50%, and 75%:25%.The second variable is cooking time effectiveness with 3 levels treatment, namely 5, 7and 9 minutes. The analyzes was done by organoleptic which was assessed in term of taste, colour, texture and viscousity, the best result obtained then performed physicochemical analyzed by the water contained, viscousity, colour, fibre and iron (Fe) parameter.From the organoleptic analyzes, the bestspinach extract and sweet potato ratio treatment is A2B2 with the ratio of 50%:50% spinach extract:sweet potatowith 7 minutes cooking time. The average colour value of 8, taste value is 8.1, texture value of 7.9, and viscousity value of 6.8. From the best treatment, the physichochemical properties was conductedwith the result 78.86% of water content,viscousity of 17.65 Cp, dark green colour from the clorophyl, fibre of 5.16%, and the Iron (Fe) content of 2.01 mg/100gram.

Keywords: physichochemical properties, spinach sauce, time effectiveness

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan ekstrak bayam dengan ubi jalar dan lama pemasakan perlakuan terbaik berdasarkan uji organoleptik dan pengaruhnya terhadap sifat fisikokimia saus bayam. Penelitian ini dilakukan dengan 2 variabel perlakuan, variabel pertama yaitu perbandingan kadar bayam dengan ubi sebanyak 3 level yaitu 25%:75%, 50%:50%, dan 75%:25% untuk bayam:ubi. Variabel ke dua yaitu efektivitas lama pemasakan dengan 3 level yaitu 5 menit, 7 menit dan 9 menit pemasakan. Pengujian yang dilakukan yaitu dengan cara uji organoleptik yang akan menilai dari segi rasa, warna, tekstur dan kekentalan, hasil terbaik akan diuji sifat fisikokimia dengan parameter kadar air, viskositas, warna, serat dan zat besi (Fe). Dari hasil pengujian organoleptik diperoleh hasil perbandingan dan kombinasi sampel terbaik yaitu A2B2 dengan bayam 50%:50% ubi jalar dengan lama pemasakan 7 menit. Dengan hasil rata-rata warna dengan nilai 8, rasa dengan nilai 8,1, tekstur dengan nilai 7,9 dan kekentalan yaitu 6,8. Dari hasil pengambilan sampel perlakuan terbaik diujikan sifat fisikokimia dengan hasil kadar air 78,86 %, viskositas 17,65 Cp, warna hijau tua gelap berwarna asli klorofil, serat 5,16%, dan kandungan besi (fe) 2,01 mg/100gram.

Kata kunci: saus bayam, efektifitas waktu, sifat fisikokimia


Keywords


physichochemical properties; spinach sauce; time effectiveness

Full Text:

PDF

References


Aisyah, Y., Rasdiansyah dan Muhaimin. (2015). Pengaruh pemanasan terhadap aktivitas antioksidan pada beberapa jenis sayuran. Journal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. 6(2): 28-32.

Bandini,Y dan Aziz, N. (2004). Bayam. Jakarta: Penebar Swadaya.

Haryoto, 1998. Teknologi Tepat Guna Tempe dan Kecap Kecipir. Yogyakarta:Kanisius.

Lingga, L. 2010. Cerdas Memilih Sayuran. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Rodriguez, P., B.L. Raina, E.B. Pantastico dan M.B. Batti. (1986). Mutu BahanbahanMentah untuk Pengolahan. didalam E. B. Pantastico (ed).Fisiologi Pasca Panen: Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahandan Sayur-sayuran Tropika dan Subtropika. Yogyakarta: UGM Press.

Susanto dan Saneto. (1994). Teknologi Hasil Pertanian. Surabaya: Bina Ilmu.

Winarno, F. G.(1997). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




https://doi.org/10.21776/ub.industria.2017.006.02.4

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri