Karakteristik Bubuk Lobak, Nanas Madu dan Kemiri dengan Metode Pengeringan Foam Mat Drying

Claudia Gadizza Perdani, Hasbi Ashshiddiqi, Sri Kumalaningsih

Abstract


Abstract

The purpose of this study is finding the shelf life of the combination of pureed radish, honey pineapple and candlenut prior to drying and finding drying time and the concentration of foaming agents Tween 80 to produce good quality powder. The research design prepared by a randomized block design. This research begins with making a slurry of material. Then the TPC (Total Plate Count) and pH are tested. Then determined the shelf life to the next in pulverization. There are two factors in pulverization process: drying time and concentration Tween 80 are combined into nine treatments. The results of the determination of shelf life arthritis gout powder can last maximum 8 hours at room temperature with reference to the calculation of TPC. The best results of powder, anti-gout is on the treatment of drying time 24 hours and Tween 80 0.7% addition with the results of organoleptic test are the color is 4.55 (a bit liked), flavor is 4.8 (liked), aroma 4.8 (liked), and the texture is 4.95 (liked). Best powder provides TPC in the amount of 1.4 x 10² colonies / g, a pH of 4.3, a yield of 16.777%, and a water content of 4.435%.

Keywords: candlenut, honey pineapple, uric acid, radish

 

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan umur simpan bubur dari kombinasi lobak, nanas madu, dan kemiri sebelum dilakukan pengeringan, serta lama pengeringan dan konsentrasi bahan pembusa Tween 80 yang tepat dengan metode foam mat drying agar menghasilkan produk yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai obat bagi penderita asam urat. Rancangan penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian diawali dengan membuat bubur dari lobak, nanas madu, dan kemiri. Lalu ditentukan umur simpan dengan hasil uji TPC (Total Plate Count) dan pH, selanjutnya dibubukkan. Terdapat dua faktor dalam pembubukan yaitu lama pengeringan dan konsentrasi tween 80 yang dikombinasikan menjadi 9 perlakuan. Hasil penentuan umur simpan menunjukkan bubur anti asam urat dapat bertahan selama maksimal 8 jam pada suhu ruang dengan acuan perhitungan TPC. Hasil terbaik bubuk anti asam urat yaitu pada perlakuan lama pengeringan 24 jam dan penambahan Tween 80 0,7% dengan hasil uji organoleptik berturut-turut yaitu warna 4,55 (agak menyukai), rasa 4,8 (menyukai), aroma 4,8 (menyukai), dan tekstur 4,95 (menyukai). Bubuk anti asam urat terbaik menghasilkan TPC sebesar 1,4 x 10² koloni/g, pH sebesar 4,3, rendemen sebesar 16,777%, dan kadar air sebesar 4,435%.

Kata Kunci: asam urat, lobak, nanas madu, kemiri


Keywords


candlenut; honey pineapple; uric acid; radish

Full Text:

PDF

References


Agoes, A. (2010). Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Salemba Medika.

Arlene, A. (2013). Ekstraksi kemiri dengan metode soxhlet dan karakterisasi minyak kemiri. Jurnal Teknik Kimia USU. 2(2): 6-10.

Astawan, M. 2008. Sehat dengan Buah. Jakarta: Dian Rakyat.

Astuti, S.M. (2007). Teknik mempertahankan mutu lobak (Raphanus Sativus) dengan menggunakan alat pengering vakum. Buletin Teknik Pertanian. 12(1): 30-34.

Bahar, B. (2007). Panduan Praktis Memilih dan Menangani Produk Perikanan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

De Garmo, E.P., Sullivan, W.G., and Canada, J.R. (1984). Engineering Economy Seventh Edition. New York: Macmillan Publishers.

Desniar, Rusmana, I., Suwanto, A., Mubarik, N.R. (2012). Senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh bakteri asam laktat asal bekasam. Jurnal Akuatika. 3(2): 135-145.

Direktorat Jendral Hortikultura. (2014). Statistik Produksi Hortikultura. Jakarta: Direktorat Jendral Hortikultura Kementrian Pertanian.

Estiasih, T., dan Ahmadi, K. (2009). Teknologi Pengolahan Pangan. Malang: Bumi Aksara.

Fiani, M.S., dan Japarianto, E. (2012). Analisa pengaruh food quality dan brand image terhadap keputusan pembelian roti kecik toko roti Ganep’s di Kota Solo. Jurnal Manajemen Pemasaran. 1(1):1-6.

Gaman, P.M., Sherrington, K.B. (1994). Ilmu Pangan (Pengantar Ilmu Pangan, Nutrisi, dan Mikrobiologi). Diterjemahkan oleh: Garjito, M. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hardiman. (1991). Kumpulan Handout: Tekstur Pangan. Yogyakarta: PAU Pangan dan Gizi UGM.

Jan, A., and Masih, E.D. (2012). Development and quality evaluation of pineapple juice blend with carrot and orange juice. International Journal of Scientific and Research Publications. 2(8): 1-8.

Jaya, R.S., Ginting, S., Ridwansyah. (2016). Pengaruh suhu pemanasan dan lama penyimpanan terhadap perubahan kualitas nira aren (Arenga pinnata). Jurnal Rekayasa Pangan dan Pertanian. 4(1): 49-57.

Kamsiati, E. (2006). Pembuatan bubuk sari buah tomat (Lipopercison esculentum Mill.) dengan metode”foam-mat drying”. Jurnal Teknologi Pertanian. 7(2): 113-119.

Khotimah, K. (2006). Pembuatan susu bubuk dengan foam-mat drying: kajian pengaruh bahan penstabil terhadap kualitas susu bubuk. Protein. (13)1: 44-51.

Kusmajadi, Suradi, Dedeh, D., Udju, D., Rusdi, dan Djuarnani, N. (1988). Pengaruh Tingkat dan Jenis Penambahan Starter pada Pembuatan Yoghurt. Dalam Prosiding Bioproses Industri Pangan. Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta: Penerbit Liberty.

Murdianto, W., dan Syahrumsyah, H. (2012). Pengaruh natrium bikarbonat terhadap kadar vitamin c, total padatan terlarut dan nilai sensoris dari sari buah nanas berkarbonasi. Jurnal Teknologi Pertanian. 8(1): 1-7.

Nurjannah, N., dan Ihsan, N. (2013). Ancaman Dibalik Segarnya Buah dan Sayur. Jakarta: Pustaka Bunda.

Rajkumar, P., Kailappan, R., Viswanathan, R., Raghavan G.S.V., and Ratti, C. (2007). Foam mat drying of alphonso mango pulp. Drying Technology. 25(2): 357-365.

Rashid, I.A. (2007). Mudahnya Tanam Lobak Putih. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ratna. (2013). Pengaruh kadar air biji jagung dan laju pengumpanan terhadap mutu tepung jagung menggunakan alat penggiling tipe disk mill. Biologi Edukasi. 5(1): 8-13.

Ratti, C., and Kudra, T. (2006). Drying of foamed biological materials: opportunities and challenges. Journal Drying Technology. 24(9): 1101–1108. http://dx.doi.org/10.1080/07373930600778213.

Soedarya, A.P. (2009). Agribisnis Nanas. Bandung: Pustaka Grafika.

Soehadi, A.W., Suhartanto, E., Winarto, V., Setiawan, M. (2011). Prasetiya Mulya on Entrepreneurship Education - Strategi Komprehensif Membentuk Wirusaha Terdidik. Jakarta: Prasetya Mulya Publishing.

Soraya, N. (2010). Sehat Cantik Berkat Teh Hijau. Jakarta: Penebar Plus.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2006). SNI 01-2970-2006. Susu Bubuk. Jakarta: Standarisasi Indonesia.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2009). SNI 7388:2009. Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Pangan. Jakarta: Standarisasi Indonesia.

Susanti, H. (2006). Penghambatan Aktivitas Xanthine Oxidase oleh Fraksi Butanol Herba Suruhan (Peperomia pellucida (L.) H.B.K.). Thesis. Fakultas Farmasi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Todar, K. (2008). Staphylococcus aureus and Staphylococcal Disease. Diambil dari http://textbookofbacteriology.net/staph.html.

Winarno, F.G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Zahara, R. (2013). Artritis gout metacarpal dengan perilaku makan tinggi purin diperberat oleh aktivitas mekanik pada kepala keluarga dengan posisi menggenggam statis. Medula. 1(3): 67-76.




https://doi.org/10.21776/ub.industria.2017.006.02.7

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri