Formulasi dan Karakteristik Tablet Effervescent Jeruk Baby Java (Cytrus sinensis L. Osbeck) Kajian Proporsi Asam Sitrat

Rina Catur Romantika, Susinggih Wijana, Claudia Gadizza Perdani

Abstract


Abstract

This research aims to understand the optimal proportion of citric acid and baby java orange powder to produce effervescent tablets with the best characteristics of physical, chemical and organoleptic. This research used randomized block design (RBD), consists of a proportion of citric acid (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) with baby java orange powder (40%, 35%, 30%, 25%, 20%). The best treatment result were obtained from physical, chemical and organoleptic analysis, the proportion of 5% citric acid with baby java orange powder 40%. The results of the best treatment which is hardness 5.4 N; soluble speed 1,30 minute; water content 0.4719%; pH 8.23; vitamin C 266,46mg / 100g. The best organoleptic result that the appearance of 4.76; taste 3.35; flavor 3.7.

Keywords: baby java, citric acid, effervescent, orange, vitamin C


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi asam sitrat dan bubuk jeruk baby java yang tepat untuk menghasilkan tablet effervescent dengan karakteristik fisik, kimia organoleptik terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari proporsi asam sitrat (5%, 10%, 15%, 20%, 25%) dengan bubuk jeruk baby java (40%, 35%, 30%, 25%, 20%). Hasil penelitian diperoleh perlakuan terbaik dari analisa fisik, kimia dan organoleptik yakni proporsi asam sitrat 5% dengan bubuk jeruk baby java 40%. Hasil analisis fisik perlakuan terbaik meliputi kekerasan 5,4 N; dan kecepatan larut 1,30 menit. Karakteristik kimia kadar air 0,4719%; pH 8,23; vitamin C 266,46 mg/100g. Karakteristik organoleptik terbaik yakni kenampakan 4,76; rasa 3,35; aroma 3,7.

Kata kunci: asam sitrat, baby java, effervescent, jeruk, vitamin C


Keywords


baby java; citric acid; effervescent; orange; vitamin C​

Full Text:

PDF

References


Anam, C. (2013). Kajian Karakteristik Fisik Dan Sensori Serta Aktivitas Antioksidan Dari Granul Effervescent Buah Beet (Beta Vulgaris) Dengan Perbedaan Metode Granulasi dan Kombinasi Sumber Asam. Teknosains Pangan. 2(2):21-28.

Ansar. (2010). Optimalisasi Energi Mekanik Pengepresan Buah Markisa dan Formula Membentuk Sifat Effervescent Tablet Buah Markisa. Ilmu Teknologi Energi. 1(10):48-57.

De Garmo, E.,D., Sulivan E.,D., and Canada. (1984). Engineer Economy. New York: Machmillon Publishing Company.

Etebu, E. and Nwauzoma, A.,B. (2014). A Review on Sweet Orange (Citrus sinensis L. Osbeck): Health, Diseas and Management. American Journal of Research Communication. 2(2): 33-70.

Faradiba., Hasyim, N., dan Zahriati. (2013). Formulasi Granul Effervescent Ekstrak Etanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava LINN). Farmasi dan Farmakologi. 17(2): 47-50.

Febrianti, N., Irfan, Y., dan Risanti, D. (2015). Kandungan Antioksidan Asam Askorbat Pada Jus Buah-Buahan Tropis. Bioedukatika. 3(1): 6-9.

Kailaku, SI., Sumangat, J., dan Hernani. (2012). Formulasi Garnul Efervesen Kaya Antioksidan Dari Ekstrak Daun Gambir. Pascapanen. 9(1): 27-34.

Kementrian Pertanian. (2012). Peran Teknologi Pascapanen dalam Meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Pertanian. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian.

Nasution, IS., Yusmanizar., dan Kurnia, M. (2012). Pengaruh Penggunaan Lapisan Edibel (Edible coating) Kalsium Klorida dan Kemasan Plastik Terhadap Mutu Nanas (Ananas comosus Merr) Terolah Minimal. Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia. 4(2): 21-26.

Pribadi Y.,S., Sukatiningsih dan Sari. (2014). Formulasi Tablet Effervescent Berbahan Baku Kulit Bauh Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Buah Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp). Berkala Ilmiah. 1(4):86-89.

Putra, IR., Asterina, dan Laila, I. (2014). Gambaran Zat Pewarna Merah Pada Saus Cabai Yang Terdapat Pada Jajanan yang Dijual di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Padang Utara. Kesehatan Andalas. 3(3):297-303.

Rakte, AS., and Nanjwade, BK. (2014). Development and Characteritezation of Novel Enzymes. World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 3(3): 1600-1620.

Rizal, D dan Putri, W.D.R. (2014). Pembuatan Serbuk Effervescent Miana (Coleus L. benth) Kajian Konsentrasi Dekstrin dan Asam Sitrat Terhadap Karakteristik Serbuk Effervescent. Pangan dan Agroindustri. 2(4): 210-219.

Sandrasari, DA., dan Zaenal, A. (2006). Penentuan Konsentrasi Natrium Bikarbonat dan Asam Sitrat pada Pembuatan Serbuk Minuman Anggur Berkarbonasi (Effervescent). Teknologi Industri Pertanian. 21(2):113-117.

Syamsul, ES., dan Supomo. (2014). Formulation of Effervescent Powder of Water Extract of Bawang Tiwai (Eleuterine palmifolia) As a Healthy Drink. Traditional Medicine Journal. 19(3):113-117.

Utomo, D. (2013). Pembuatan Serbuk Effervescent Murbei (Morus Alba L.) dengan Kajian Konsentrasi Maltodekstrin dan Suhu Pengering. Teknologi Pangan. 5(1):49-69.

Widayanti, A., Naniek, SR., dan Oktarini, D. (2012). Optimasi Konsentrasi Asam Sitrat dan Asam Tartrat (1:2) sebagai Sumber Asam Ditinjau dari Sifat Fisik Granul Effervescent Sari Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L). Farmasains. 1(6): 210-215.

Wiyono, R. (2011). Studi Pembuatan Serbuk Effervescent Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) Kajian Suhu Pengering, Konsentrasi Dekstrin, Konsentrasi Asam Sitrat dan Na-Bikarbonat. Jurnal Teknologi Pangan. 1(1): 56-85.




https://doi.org/10.21776/ub.industria.2017.006.01.3

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri