Analisis Kontribusi Teknologi pada Pembuatan Minuman Sari Apel (Studi Kasus di KSU Brosem, Batu)

Usman Effendi, Mas'ud Effendi, Selvi Putri Simdora

Abstract


Abstract

This purpose of study to determine the level of contribution of technology in manufacturing Apple Cider beverages and determine the strategy of strengthening the contribution of technology in KSU Brosem. The method
used is the Technology’s Contribution Coeficient (TCC) and Pairwise Comparison. TCC methods used to assess the contribution of component technologies (humanware, technoware, infoware, and orgaware) in KSU Brosem, while for the assessment of the intensity of the component technology using the method of pairwise comparison. The results showed the value of the contribution component of 0406 technoware, 0394 of humanware, 0450 of infoware, and orgaware of 0606. Orgaware component as one component in technology contributed the greatest added value of making Apple Cider beverages, followed by component technoware, infoware and humanware. Humanware, the contribution component of the technology is still low so that needs to be improved through training and or seminar, workshop to labor workforce related to the manufacture of Apple Cider beverages at the KSU Brosem. Based on
this value of contributions, obtained a value of TCC of 0421. This value indicates that the level of technology at KSU is enough.

Keywords: apple cider, pairwise comparison, technology contribution coefficient (TCC), technometric

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat kontribusi teknologi dalam pembuatan minuman sari apel dan menentukan strategi penguatan kontribusi teknologi di KSU Brosem. Metode yang digunakan adalah Technology Contribution Coefficient (TCC) dan Pairwise Comparison. Metode TCC digunakan untuk menilai kontribusi komponen teknologi (technoware, humanware, infoware, dan orgaware) di KSU Brosem, sedangkan untuk penilaian intensitas komponen teknologi menggunakan metode pairwise comparison. Hasil penelitian menunjukkan nilai kontribusi komponen technoware sebesar 0.406, humanware sebesar 0.394, infoware sebesar 0.450, dan orgaware sebesar 0.606. Komponen orgaware sebagai salah satu komponen dalam teknologi memberikan kontribusi terbesar pada nilai tambah pembuatan minuman sari apel, diikuti oleh komponen technoware, infoware dan humanware. Pada komponen humanware, kontribusi teknologi masih rendah sehingga perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan atau seminar, workshop kepada tenaga kerja berkaitan dengan pembuatan minuman sari apel di KSU Brosem. Dari nilai kontribusi tersebut, diperoleh nilai TCC sebesar 0.421. Nilai ini menunjukkan bahwa tingkat teknologi di KSU adalah cukup.

Kata kunci: minuman sari apel, pairwise comparison, technology contribution coefficient (TCC), technometri


Keywords


apple cider; pairwise comparison; technology contribution coefficient (TCC); technometric

Full Text:

PDF

References


Adam, M. (2007). Implementasi Metode Technometric Sebagai Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di SMK Kelompok Pariwisata. Jurnal Teknik Industri. (3):31-40.

Ambary, M. I. M. (2013). Penilaian Kecanggihan Teknologi Menggunakan Metode Technometric Sebagai Strategi Pengembangan Teknologi di PT. Barata Indonesia (Persero). Jurnal Industria. 3(4): 46-56.

Badan Pusat Statistik. (2013). Statistik Komoditi Apel Indonesia 2013. Jakarta : Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik. (2014). Statistik Daerah Kota Batu 2014. Batu : Badan Pusat Statistik

Budikania, T. S. (2008). Analisis Kontribusi Teknologi Pada Industri Kecil dan Menengah Komponen Elektronika. Jurnal Teknik Industri. 3(4) l: 11-18.

UNESCAP. (1989). Technology Content Assessment. Bangalore : APCTT.

Hapsari, M. D. Y dan Estiasih, T. (2015). Variasi Proses Dan Grade Apel (Malus sylvetris) Pada Pengolahan Minuman Sari Buah Apel: Kajian Pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 3(3): 939-949.

Nazarudin. (2008). Manajemen Teknologi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Jerusalem, M. A. (2005). Technology Atlas Project Method Dan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Sebagai Alat Penjaminan Mutu Jasa Pendidikan. Jurnal Manajemen Teknologi. 2(4): 1-9.

Muhtadi, M. Z. Z. (2009). Manajemen Pemeliharaan Untuk Optimalisasi Laba Perusahaan. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia. 1(3): 127-137.

Mulyadi. (2007). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Purwanto. (2005). Koperasi Serba Usaha. Jakarta: Gramedia.

Ramadhani, Y. (2012). Analisa Daya Saing Perusahaan Ditinjau dari Assesmen Teknologi. Jurnal Teknologi Technoscientia. 5(1): 1-9.

Riyadi, P. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Gramedia.

Sari, E. K dan Simangunsong, A. (2007). Hukum Dalam Ekonomi. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Simamora. (2004). Teknik-teknik Desain Kerja. Jakarta: Grasindo.

Slamet, S. (2010). Pentingnya Soft Skill dalam Kehidupan Perkuliahan dalam Rangka Mengurangi Pengangguran dan Menyongsong Era Pasar Bebas Bagi Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia. 1(3): 34-44.

Toloui, A dan Matin, Y. A. (2012). Measuring Technologycal Level and Capability of the Improvement and Promotion of Technology. Journal of Basic and Applied Scientific Research. 2(4): 2-5.

Wiratmaja, I. W dan Ma’ruf A. (2005). The Assessment of Technology in Supporting Industry Located at Tegal Industrial Park. In the Proceeddings of Marine Transportation Engineering Conference. Tokyo: Osaka University.

Yuniarti. 2004. Penggunaan Poliester Sukrosa untuk Memperpanjang Daya Simpan Buah Apel Kultivar Romebeauty. Jurnal Hortikultura. 6(3): 303-308.




https://doi.org/10.21776/ub.industria.2016.005.02.6

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri