Analisis Pasokan Udang di Kabupaten Sidoarjo (Studi Kasus UD Ali Ridho Group)

Arlis Mumayyizah Untsayain, Mohammad Fuad Fauzul Mu'tamar, Muhamad Fakhry

Abstract


Abstrak

Udang merupakan salah satu komoditas perikanan dengan potensi besar. UD Ali Ridho Group adalah salah satu pemasok udang Windu dan Vannamei di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arus produk, keuangan, dan informasi serta menganalisa nilai tambah dan tingkat efisiensi pemasaran pada persediaan udang pada UD Ali Ridho Group. Metode penelitian yang digunakan adalah aliran rantai pasok, metode Hayami nilai tambah, konsep efisiensi dan distribusi margin pemasaran. Hasilnya menunjukkan bahwa ada aliran produk, arus keuangan, dan arus informasi pada rantai pasokan Windu dan Vannamei di UD Ali Ridho Group. Penanganan Windu dan Vannamei pada bulan April 2017 memberikan nilai positif per kg untuk pemasaran ke eksportir udang sebesar Rp3.332,31 dan Rp3.499,38 dan pemasaran ke konsumen ritel sebesar Rp40.332,00 dan Rp23.663,88. Nilai efisiensi pemasaran Windu dan Vannamei pada bulan April 2017 terhadap eksportir adalah 2,25% dan 1,97%.

Kata kunci: efisiensi pemasaran, nilai tambah, rantai pasokan, udang

 

Abstract

Shrimp is one of the fishery commodities with great potential. UD Ali Ridho Group is one of Windu and Vannamei shrimp supplier in Sidoarjo Regency. This study aims to find out the flow of products, finance, and information as well as analyzing added value and marketing efficiency level on shrimp supply at UD Ali Ridho Group. The research used supply chain flow, Hayami’s value added method, efficiency concept and marketing margin distribution. The results show that there are product flow, financial flow, and information flow in Windu and Vannamei’s supply chain at UD Ali Ridho Group. The handling of Windu and Vannamei in April 2017 gave a positive added value for marketing to shrimp exporters of 3,332.31 IDR and 3,499.38 IDR and marketing to retail consumers of 40,332.00 IDR and 23,663.88 IDR. The value of Windu and Vannamei’s marketing efficiency in April 2017 to exporters was 2.25% and 1.97%.

Keywords: marketing efficiency, shrimp, supply chain, added value

 


Keywords


efisiensi pemasaran; nilai tambah; rantai pasokan; udang; added value; marketing efficiency; shrimp; supply chain

Full Text:

PDF

References


Dinas Perikanan Kabupaten Siodarjo. (2016). Sidoarjo Dalam Angka 2015. Sidoarjo: Badan Pusat Statistik Kabupaten Siodarjo.

Hayami, Y., Kawagoe, T., Marooka, Y., & Siregar, M. (1987). Agricultural Marketing and Processing in Upland Java a Perspective From a Sunda Village. Bogor: CPGRT Centre.

Nasution, S., Arkeman, Y., Soewardi, K., & Djatna, T. (2014). Identifikasi dan evaluasi risiko menggunakan Fuzzy FMEA pada rantai pasok agroindustri udang. Jurnal Riset Industri, 8(2), 135–146.

Soekartawi. (2002). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori Dan Aplikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sustiyana, Syafrial, & Purnomo, M. (2013). Analisis supply chain dan efisiensi pemasaran gula siwalan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (kasus di Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep). Habitat, 24(2), 110–120.

Tompodung, E., Worang, F. G., & Roring, F. (2016). Analisis rantai pasok (supply chain) ikan mujair di Kecamatan Eris Kabupaten Minahasa. EMBA, 4(4), 279–290.




https://doi.org/10.21776/ub.industria.2017.006.03.2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri