Tingkat Kepatuhan Pedagang Minuman Es terhadap Cara Produksi Pangan yang Baik di Kota Bogor

Winiati Pudji Rahayu, Qonitatin Wafiyah, Siti Nurjanah, Caecillia Chrismi Nurwitri

Abstract


Abstrak

Minuman es seperti es kelapa, es buah, es campur, jus buah, es teh dan es dengan cincau banyak ditemukan di kota Bogor dan harus terjamin keamanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kondisi pedagang minuman es, serta tingkat kepatuhannya terhadap pelaksanaan good manufacturing practices/cara produksi pangan yang baik (CPPB) selama proses pengolahan minuman es. Survei dan observasi dilakukan terhadap 90 orang pedagang minuman es yang menggunakan hancuran es untuk minumannya, dengan tiga skala usaha berdasarkan kelas ekonominya yaitu, skala kelas bawah yang terdiri dari pedagang kaki lima, skala kelas menengah yang terdiri dari rumah makan dan kedai, dan skala kelas atas yang terdiri dari restoran dan hotel. Pada umumnya pedagang membuat es batu menggunakan air dalam kemasan (56,23%). Sebagian pedagang membuat es batu dari air mentah yaitu air PAM (71,43%), sebanyak 6,49% diantaranya tidak melakukan perebusan terlebih dahulu. Semakin tinggi tingkat pendidikan dan besar skala usaha, semakin tinggi tingkat kepatuhan pedagang terhadap penerapan CPPB. Tingkat kepatuhan terhadap CPPB dari setiap skala usaha adalah 4,69% untuk skala usaha kelas bawah, 83,33% untuk skala kelas menengah, dan 100% untuk skala kelas atas.

Kata kunci: cara produksi pangan yang baik, minuman es, tingkat kepatuhan

 

Abstract

Iced drinks such as coconut ice, ice fruit soup, mixed blend ice, fruit juice, iced tea, and ice with grass jelly are commonly found in Bogor and should be safe for human consumption. The objectives of this study were to determine the characteristics and conditions of seller iced beverages, and identify the level of compliance on the implementation of good manufacturing practices (GMP) during the processing of ice drinks. The survey and observation were conducted to 90 iced drink sellers. There was three business scale observed based on economic class: small-scale business consists of street vendors; medium-scale business consists of small restaurants and food stalls and large-scale business consists of restaurants and hotels. Most of the seller used bottled water (56.23%) as raw material. Some sellers made ice cubes using tap water from Indonesian regional water company (71.43%) and 6.49% from them did not boil the water before. The higher level of education and the bigger business scale gave the higher level of vendors compliance towards the application of GMPs. The level of compliance to GMP  from each business scale was 4.69% for small-scale business, 83.33% for medium-scale business, and 100% for large-scale business.

Keywords: good manufacturing practices, iced drinks, level of compliance

 


Keywords


Cara Produksi Pangan yang Baik; minuman es, tingkat kepatuhan; Good Manufacturing Practices; iced drinks; level of compliance

Full Text:

PDF

References


Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2013). Report to The Nation : Laporan Kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Tahun 2012. Jakarta. Retrieved from http://www.pom.go.id/ppid/rar/R2TN.pdf

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2016). Laporan Tahunan Badan POM 2015. Jakarta. Retrieved from http://www.pom.go.id/ppid/2016/kelengkapan/laptah2015.pdf

Contento, I. R. (2007). Nutrition Education: Linking Research, Theory, and Practice. Sudbury: Jones & Bartlett Publishers.

Dewanti-Hariyadi, R., & Hartini, U. S. (2006). Keberadaan dan Perilaku Salmonella dalam Es Batu. In Seminar Nasional PATPI Pengembangan Teknologi Pangan untuk Membangun Kemandirian Pangan (pp. 184–191). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Egan, M. B., Raats, M. M., Grubb, S. M., Eves, A., Lumbers, M. L., Dean, M. S., & Adams, M. R. (2007). A review of food safety and food hygiene training studies in the commercial sector. Food Control, 18(10), 1180–1190. https://doi.org/10.1016/j.foodcont.2006.08.001

Green, L. R. (2008). Behavioral science and food safety. Journal of Environmental Health, 71(2), 47–49.

Jay, J. J., Loessner, M. J., & Golden, D. A. (2005). Modern Food Microbiology (Seventh Ed). New York: Springer.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pesyaratan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan, Pub. L. No. 942/MENKES /SK/VII/2003, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2003). Indonesia.

Lubis, S. A. (2012). Higiene Sanitasi dan Analisa Eschericia coli Pada Minuman Es Kelapa Muda yang Dijual di Taman Teladan Kecamatan Medan Kota Tahun 2012. Universitas Sumatera Utara.

Rahayu, W. P., & Nurwitri, C. C. (2012). Mikrobiologi Pangan. Bogor: IPB Press.

Siregar, N. (2012). Uji Most Probable Number (MPN) Bakteri Coliform dan Identifikasi Escherichia coli Pada Minuman Air Tebu yang Dijual oleh Pedagang Kaki Lima di sekitar Jl.A.H.Nasution (Asrama Haji), Medan. Universitas Sumatera Utara.

Tahaku, N. (2012). Hygiene sanitasi pengolahan dan uji keberadaan bakteri Escherichia coli pada es buah yang dijajakan di pasar jajan Kota Gorontalo. Public Health Journal, 1(1), 169–187.

Zebua, A. R. S. (2011). Kualitas Minuman Es Dawet pada Beberapa Produsen Ditinjau dari Kandungan Escherichia coli dan Higiene Sanitasi Pengolahan di Kota Medan Tahun 2011. Universitas Sumatera Utara.




https://doi.org/10.21776/ub.industria.2017.006.03.5

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri