Position Analysis and Strategic Recommendations for Business Improvement in The Micro-Small Industry of Oil Palm Post-Harvest Equipment in Kampar Regency, Riau Province

Rahmadini Payla Juarsa, Hanik Atus Sangadah

Abstract


Abstract

Many industries producing post-harvest oil palm equipment are growing in Riau Province, Indonesia because this province has a large area of oil palm plantations. Micro-small businesses dominate this industry. The micro-small oil palm post-harvest equipment industry experiences many obstacles in improving and developing its business. This research aims to analyze the position of the micro-small oil palm post-harvest equipment industry and then provide strategic recommendations to improve their business. The position analysis used is Business Model Canvas (BMC) analysis and Internal Factor Evaluation (IFE) and External Factor Evaluation (EFE) matrices. Business development strategy recommendations use the Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT), and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) methods. The research results show that the company is in a growth and development phase. The top two strategies recommended for these companies are maximizing marketing channels and good cooperation through cooperatives, oil palm processing companies (such as PTPN), government agencies, and social media, and improving product quality by providing skilled human resources and research and development activities.

Keywords: business development strategy, micro-small industry, oil palm post-harvest equipment, position analysis

 

Abstrak

Areal perkebunan kelapa sawit yang luas di Provinsi Riau mengakibatkan industri yang memproduksi alat pasca panen kelapa sawit banyak tumbuh di provinsi ini. Industri ini didominasi oleh usaha skala mikro hingga skala kecil. Industri alat pasca panen kelapa sawit skala mikro dan kecil ini mengalami banyak kendala dalam peningkatan dan pengembangan usahanya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis posisi industri mikro dan kecil alat pascapanen kelapa sawit kemudian memberikan rekomendasi strategi untuk meningkatkan usahanya. Analisis posisi yang digunakan adalah analisis Business Model Canvas (BMC) dan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Rekomendasi strategi pengembangan bisnis dilakukan dengan metode Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan. Dua strategi teratas yang direkomendasikan untuk perusahaan tersebut adalah memaksimalkan saluran pemasaran dan kerjasama yang baik melalui koperasi, perusahaan pengolah kelapa sawit (seperti PTPN), instansi pemerintah, dan media sosial, meningkatkan kualitas produk melalui pemenuhan sumber daya manusia yang terampil, dan kegiatan penelitian pengembangan.

Kata kunci: alat pascapanen kelapa sawit, analisis posisi, industri mikro dan kecil, strategi pengembangan usaha


Keywords


business development strategy; micro-small industry; oil palm post-harvest equipment; position analysis; alat pascapanen kelapa sawit; analisis posisi; industri mikro dan kecil; strategi pengembangan usaha

Full Text:

PDF

References


Afni, N., Yani, M., & Udin, F. (2020). Formulation of strategies for developing local chocolate product Socolatte in Pidie Jaya. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 472(1), 012043. https://doi.org/10.1088/1755-1315/472/1/012043

Aman, S., Supriyanto, & Putri, M. A. (2020). Implementasi BMC dengan metode design thinking dalam menghadapi covid-19 di IKM Pati. Jurnal Teknologi Dan Manajemen Industri (JATMI), 1(2), 6–14.

Amelia, E. A. (2022). Business model analysis in Kartinipedia application using business model canvas (BMC) approach. International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR), 6(1), 400–412.

Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. (2023). Luas Areal Tanaman Perkebunan (Hektar) 2020-2022.

Christian, A., Asmara, S., Sugianti, C., & Telaumbanua, M. (2018). Unjuk kerja alat pemotong pelepah sawit tipe dodos manual dan mekanis. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 7(1), 15–24. https://doi.org/10.23960/jtep-l.v7i1.15-24

Direktorat Statistik Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan. (2021). Statistik Kelapa Sawit Indonesia 2020. Badan Pusat Statistik.

Fajar, A., Putra, P., & Ramadhani, F. (2020). Strategi pengembangan model bisnis klaster industri tomat krispi Daumato berdasarkan analisis SWOT dan BMC. Journal of Industrial View, 2(1), 33–42.

Hastutik, T. P., & Novitaningtyas, I. (2021). Ana Batik Magelang’s business development strategy based on SWOT and business model canvas. International Journal of Marketing & Human Resource Research, 2(4), 224–235. https://doi.org/10.47747/ijmhrr.v2i4.348

Juarsa, R. P., Hasnah, N., Kinanti, N. D., Ambarwati, N. P., Nurikholifa, A., Nurisnani, M., & Fachrani, F. (2022). Pengembangan bisnis dan produk nuget talas melalui inovasi dan riset pasar. Indonesian Journal of Agricultural Economics (IJAE), 13(2), 203–211.

Mahendra, A. H. I., & Asmawi. (2022). Strategi pengembangan usaha industri kecil Gantra Betta Fish Tulungagung dalam perspektif SWOT dan BMC. Jurnal Riset Ekonomi, 1(4), 322–332. https://doi.org/10.53625/juremi.v1i4.749

Osterwalder, A., & Pigneur, Y. (2014). Business Model Generation: A Handbook for Visionaries, Game Changers, and Challengers. John Wiley & Sons.

Purwono, J., Sugyaningsih, S., & Putri, R. T. (2015). Strategi pengembangan bisnis rumah tempe Indonesia di Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. Neo-Bis (Jurnal Berkala Ilmu Ekonomi), 9(1), 60–71.

Putra, A. F. P., & Ramadhani, F. (2020). Strategi pengembangan model bisnis klaster industri tomat krispi daumato berdasarkan analisis SWOT dan BMC. Journal of Industrial View, 2(1), 33–42.

Qanita, A. (2020). Analisis strategi dengan metode SWOT dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix): Studi kasus pada D’gruz Caffe di Kecamatan Bluto Sumenep. KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen, 1(2), 11–24.

Qistiya, O., Turgarini, D., & Sudono, A. (2017). Strategi pengembangan bisnis dalam upaya meningkatkan penjualan di Café District 29. Manajemen Resort, 14(1), 55–62.

Ramadhan, M. F., & Rukmana, A. N. (2023). perancangan strategi pengembangan usaha menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) dan BMC (Business Model Canvas) pada Nos Jeans. Jurnal Riset Teknik Industri, 3(1), 51–58. https://doi.org/10.29313/jrti.v3i1.1972

Rambe, S., Raharja, S., & Udin, F. (2021). Strategi pengembangan agrowisata berbasis agroindustri kopi di Provinsi Bengkulu. Agrointek : Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 15(3), 976–984. https://doi.org/10.21107/agrointek.v15i3.9307

Rijanto, M. (2021). Analisis strategi bersaing bisnis home industry. DeReMa (Development Research of Management): Jurnal Manajemen, 16(2), 227–246. https://doi.org/10.19166/derema.v16i2.3989

Riwan, R. Y., Dewi, T. T., & Junaida. (2021). Statistik Perkebunan Provinsi Riau Tahun 2020. Sub Bagian Perencanaan Program Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

Sangadah, H. A., Machfud, & Anggraeni, E. (2021). Business model development of a fresh milk agro-industry in rural areas. Jurnal Manajemen Dan Agribisnis, 18(2), 131–143. https://doi.org/10.17358/jma.18.2.131

Setyorini, H., Effendi, M., & Santoso, I. (2016). Analisis strategi pemasaran menggunakan matriks SWOT dan QSPM (Studi kasus: Restoran WS Soekarno Hatta Malang). Industria: Jurnal Teknologi Dan Manajemen Agroindustri, 5(1), 46–53. https://doi.org/10.21776/ub.industria.2016.005.01.6

Subaktilah, Y., Kuswardani, N., & Yuwanti, S. (2018). Analisis SWOT: Faktor internal dan eksternal pada pengembangan usaha gula merah tebu (Studi kasus di UKM Bumi Asih, Kabupaten Bondowoso). Jurnal Agroteknologi, 12(2), 107–115.

Suhendah, R., Angelina, A., Ricardo, R., & Stevansyah, N. (2022). MSME business management and development with IFE-EFE matrix. Journal of Innovation and Community Engagement, 3(3), 175–188. https://doi.org/10.28932/ice.v3i3.4786




https://doi.org/10.21776/ub.industria.2023.012.02.2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.